IDI Kalimantan Barat dan ITEKES Muhammadiyah Bahas Rencana Pembentukan Program Studi Kedokteran
IDI Wilayah Kalimantan Barat bersama ITEKES Muhammadiyah membahas rencana pembentukan Program Studi Kedokteran sebagai langkah strategis peningkatan kualitas dan pemerataan tenaga medis di Kalbar. IDI menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya jumlah dokter, tetapi distribusinya yang belum merata. Diharapkan, prodi ini mampu mencetak lulusan yang kompeten sekaligus siap mengabdi di daerah yang membutuhkan. Sinergi pendidikan dan profesi untuk kesehatan yang lebih merata di Kalimantan Barat.
Humas dan Media Sosial - dr. Herwandi
2/22/20261 min read
Pontianak, Kalimantan Barat – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Barat melakukan pertemuan bersama Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah dalam rangka membahas rencana pembentukan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan rekomendasi terkait pendirian prodi tersebut.
Delegasi IDI Wilayah Kalimantan Barat dipimpin langsung oleh Ketua IDI Wilayah Kalbar, dr. M. Wahyu Utomo, M.Ked(OG), Sp.OG., Subsp.K.Fm. Turut hadir dalam rombongan antara lain dr. Johan Molana, M.H (Wakil Ketua I), dr. Eka Ardiani Putri, M.M.Kes., M.H (Wakil Ketua III), dr. Yosie Anra, M.Ked(DV)., Sp.DVE (Wakil Bendahara I), dr. Irvin Aldhika, Sp.DVE (Wakil Sekretaris I), dr. Andreas Antonius Surbakti, Sp.P (Koordinator Bidang Kajian Strategis, Kemitraan, dan Advokasi), serta dr. Batara Hendra Putra Sianipar (Anggota Bidang Kajian Strategis, Kemitraan, dan Advokasi).
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif, membahas berbagai aspek penting terkait kesiapan pembukaan Program Studi Kedokteran, mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendidikan, hingga sistem tata kelola akademik. IDI menekankan bahwa pembentukan prodi kedokteran harus memenuhi standar yang ditetapkan agar mampu menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dan berdaya saing.


Dalam diskusi tersebut, IDI Wilayah Kalbar juga menyoroti bahwa tantangan utama pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat saat ini tidak hanya terletak pada jumlah dokter, tetapi juga pada distribusi tenaga medis yang belum merata. Oleh karena itu, ITEKES Muhammadiyah diharapkan tidak hanya fokus pada pembukaan prodi, tetapi juga menyiapkan strategi distribusi lulusan agar dapat menjangkau daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
Selain itu, aspek kemitraan dengan rumah sakit pendidikan, wahana praktik, serta dukungan pemerintah daerah juga menjadi poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut. IDI menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan dan kualitas pendidikan kedokteran di masa depan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat. Rencana pembentukan Program Studi Kedokteran di ITEKES Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah.




Informasi
Dapatkan berita terbaru dari dunia kesehatan
Bakti Untuk Negeri
© 2026 Humas dan Media Sosial
